Mencintai Tanah Air
Sebuah konferensi remaja internasional di
adakan di Switzerland pada pukul 08:00 pagi. Perwakilan dari Indonesia
yang bernama Marie tiba di ruangan konferensi pukul 8 lewat 39 menit, 37
detik. Bpk. Tony, ketua dari panitia penyelenggara, langsung berdiri
ketika Marie menginjakan kakinya di ruangan tersebut dan bertanya, “Are you late?” Dengan tersipu malu, Marie meminta maaf dan segera duduk di kursi kosong di tengah puluhan remaja lainnya.
Marie diijinkan untuk memperkenalkan dirinya.
Dengan fasihnya ia berbicara Bahasa Inggris dan bercerita tentang
Polandia, negara favoritnya. Ia juga bercerita tentang seberapa hebatnya
ia dapat Berbahasa Inggris. Tidak seperti remaja-remaja lainnya yang
membanggakan negara asal mereka, Marie justru menjelek-jelekan negara
asalnya dan membandingkannya dengan negara-negara Barat lainnya.
Tiba-tiba, seorang remaja dari Amerika Serikat memotong Marie dan bertanya, “Are you even able to speak with your mother tongue language?” “My mother has a tongue, I can speak with her.”
Jawab Marie dengan percaya diri. Seketika itu juga, seorang berambut
hitam dan berwarna kulit sawo matang seperti Marie berdiri dari duduknya
di belakang ruangan. “Marie, temanmu bertanya, apakah kamu dapat
berbicara dalam bahasa ibumu, Bahasa Indonesia?”
Marie terdiam dan tidak menjawab pertanyaan
itu. Ia segera duduk dengan perasaan sangat malu. Sejak kecil ia tidak
begitu mengagumi negara Polandia sehingga ia mengucilkan Tanah Air-nya
sendiri, bahkan ingin berpindah kewarganegaraan. Ia sudah berkali-kali
mengunjungi negara Polandia sedangkan ia sendiri tidak tahu Monas dan
Candi Borobudur itu letaknya dimana.
Orang yang tadi berdiri untuk menerjemahkan
pertanyaan untuk Marie ternyata adalah seorang panitia dari Indonesia
yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan konferensi ini sejak sepuluh
tahun yang lalu. Kini ia berdiri lagi dan berkata, “Kalau negara sendiri
saja tidak dihargai, bagaimana dengan negara lain? Bagaimana kamu bisa
menjalin hubungan internasional jika kamu sendiri tidak mengerti benar
tempat di mana kamu dilahirkan dan dibesarkan? Sungguh memalukan!
Bendera negara sendiri tidak tahu, lihat tuh, warna bendera di name-tagmu terbalik…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar